Dilansir dari www.hufingtonpost.com, pada awalnya pasangan suami-istri, Rubia Ferreira dan Tyler Campbell berencana menikah di pantai Okinawa, Jepang. Namun, harapan tersebut batal karena anak pertama mereka lahir secara prematur lebih awal lima belas minggu. Meski demikian, keinginan mereka untuk menikah disaksikan oleh bayinya tetap terwujud.Pasangan suami-istri ini menikah di Intensive Care Unit (ICU) Medical Center Birmingham Universitas Alabama. Meskipun ini merupakan lokasi yang tidak biasa sebagai tempat pernikahan, namun Campbell dan Ferreira dapat mewujudkan mimpinya menikah bersama bayi mereka.












 Sebuah Pasangan Menikah di Rumah Sakit Agar Bisa Disaksikan oleh Anak Mereka


sumber: www.huffingtonpost.com















Campbell dan Ferreira bertemu di Jepang, tempat Campbell bekerja. Setelah mengetahui memiliki anak perempuan pada bulan Februari, mereka kembali ke Amerika akhir musim gugur untuk mengunjungi keluarga Campbell. Beberapa hari sebelum Ferreira meninggalkan Jepang, ia memiliki jadwal pemeriksaan dengan dokter kandungannya yang memastikan ia dan bayinya akan baik-baik saja. Namun, ketika sampai di Alabama, Ferreira sakit perut.Awalnya ia pikir sakit perut itu muncul karena perjalanannya yang jauh. Namun lama-kelamaan rasa sakit itu tidak kunjung surut. Akhirnya ia memutuskan untuk ke Birmingham Medical Center. Setelah diperiksa ternyata dokter mendiagnosa Ferreira mengalami HELLP syndrom, yakni gangguan hati yang mempengaruhi wanita hamil. Dokter mengharuskan Ferreira harus dioperasi segera untuk menyelamatkan nyawa Ferreira dan bayinya.Untungnya mereka berdua berhasil diselamatkan. Bayi perempuan pasangan ini diberi nama Kaelin. Bayi ini lahir dengan berat 14 ons dengan panjang 7 inci. Kaelin lahir dengan kondisi mengidap penyakit Bronchopulmonary dysplasia, yakni penyakit jantung yang dialami bayi premature dan berpotensial mengalami kesusahan bernapas selama beberapa tahun.Beberapa bulan kemudian Campbell dan Ferreira memutusan untuk mengubah rencana mereka menikah di Jepang karena Kaelin masih dalam perawatan di rumah sakit. Karena hal tersebut, mereka memutuskan untuk menikah di rumah sakit tempat Ferreira melahirkan Kaelin agar disaksikan langsung oleh bayi mereka.












 Sebuah Pasangan Menikah di Rumah Sakit Agar Bisa Disaksikan oleh Anak Mereka
















Untuk mewujudkan rencana menikah di rumah sakit dengan istrinya, Campbell meminta pihak rumah sakit untuk mengizinkan pernikahan mereka berlangsung di rumah sakit, tepatnya di UAB, ruangan Kaelin dirawat. Kemudian pihak rumah sakit menyetujuinya. Bahkan, pihak rumah sakit membantu mempersiapkan pernikahannya. Hampir semua bagian rumah sakit mengorganisasikan pernikahan ini. Seperti divisi musik terapi menyediakan musik untuk upacara pernikahan, tim terapi seni menyiapkan rangkaian bunga, dan catering service yang menyiapkan kue pernikahan.  Setelah dua minggu persiapan, pernikahan diselenggarakan pada hari Valentine. Dokter neonatologist yang merawat Kaelin dan Ferreira berjalan mendampingin Ferreira sepanjang lorong rumah sakit. Upacara pemberkatan dilakukan tepat di depan kelahiran dan tempat tidur Kaelin. Pada hari itu merupakan hari yang paling bersejarah bagi hidup Ferreira, Campbell, dan Kaelin. 



Tinggalkan Balasan